Ia menjelaskan, pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak sekaligus memperkuat pendidikan karakter sejak hari pertama peserta didik memasuki sekolah.
Selain membangun sistem deteksi dini, Dispendik juga mendorong sekolah agar terus memperkuat layanan bimbingan dan konseling serta membuka ruang komunikasi yang nyaman bagi siswa untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.













