Meski demikian, Agus mengakui pengembangan alat pirolisis masih membutuhkan dukungan pendanaan agar dapat segera direalisasikan.
“Sudah mau kita selesaikan, masih cari untuk pendanaan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris BRIDA Kota Surabaya, Mamik Suparmi, menjelaskan teknologi pirolisis difokuskan pada pengolahan sampah plastik yang selama ini sulit didaur ulang.
“Botol plastik masih punya nilai karena bisa dicacah dan didaur ulang. Nah, yang (plastik) jelek-jelek ini yang tidak berguna, kita kumpulkan lalu dilakukan pirolisis sehingga kembali menghasilkan minyak,” ujarnya.
Saat ini, BRIDA bekerja sama dengan Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk mengembangkan teknologi sekaligus menyempurnakan alat pirolisis tersebut.












