Workshop tersebut diikuti puluhan peserta perempuan yang tampak antusias mempelajari teknik ecoprint menggunakan bahan alami.
Selain menjadi ruang belajar keterampilan, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat jejaring dan solidaritas perempuan di tingkat komunitas.
Sementara itu, Ketua ISiK, Prita Eksimaningrum, mengatakan tema “Merajut Asa dan Kemandirian Perempuan” diangkat untuk mendorong perempuan lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis keterampilan ramah lingkungan.
“Di tengah berkembangnya tren produk berbasis eco lifestyle, ecoprint dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu produk kreatif bernilai ekonomi yang dapat berkembang di Surabaya” pungkasnya.












