Menurutnya, kedua paslon menarik untuk membangun dialektika di Jatim.
“Ini tidak bisa dikatakan satu lebih baik atau nomor dua lebih baik karena cara pandangnya berbeda dan akan membangun dialektika di Jatim lebih bagus,” tukasnya.
Secara elektabilitas, lanjutnya, debat Pilgub Jatim sangat menentukan suara di masyarakat kelas atas dan generasi milenial.












