Menurutnya, dibutuhkan perhatian semua pihak untuk mengatasinya. Salah satu solusi guna mengurai kemacetan yang terjadi adalah membangun akses transportasi. Salah satunya dengan sarana kereta api yang terhubung dari bandara/terminal maupun pembatasan kendaraan yang masuk ke daerah wisata. Selain itu, jalur-jalur alternatif menuju Malang juga bisa dimanfaatkan wisatawan yang akan berkunjung.
Bedasarkan data yang ada, tercatat pada tahun 2014 Wisatawan Nusantara (Wisnus) di Jatim mencapai 45,6 juta orang, jumlah ini meningkat sebanyak 5,9 juta atau 14,93 persen dari tahun 2013 sebanyak 39,68 juta.
Berdasarkan data, wisatawan mancanegara Jatim tahun 2014 sebanyak 463.596 orang, jumlah tersebut naik 162.687 wisatawan atau meningkat dari 54,07 tahun 2013 sebanyak 300.909 orang. “Wisata alam masih menjadi primadona wisman berkunjung ke Jatim,” ungkapnya.
Perkembangan usaha pariwisata di Jatim juga terus meniingkat. Pada tahun 2013 sebanyak 772 Daya Tarik Wisata (DTW) dengan jumlah akomodasi sebanyak 1.511 unit naik 9,8 persen dari tahun 2013 sebanyak 1.376 unit dengan kapasitas 41.347 kamar. Sedangkan, perkembangan usaha pariwisata di bidang restoran dan rumah makan sebanyak 2.425 unit, terdiri dari restoran 571 unit dan rumah makan 1.854 unit.












