Menurut Dedik, Surabaya sebagai kota yang tumbuh dengan semangat gotong royong dan kebhinekaan memiliki komitmen kuat untuk menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi, khususnya bagi generasi muda, agar terus merawat toleransi dan persatuan.
Ketua Panitia Indonesia Walk for Peace Jawa Timur, Irwan Pontoh, menjelaskan bahwa rombongan tahun ini terdiri dari 43 bhikkhu asal Thailand, empat dari Malaysia, tiga dari Laos, dan tujuh dari Indonesia. Rombongan dipimpin oleh Bhante Phanarin Sumetho.
Ia mengungkapkan para bhikkhu berjalan kaki dari kawasan Panjang Jiwo menuju Balai Kota Surabaya dengan waktu tempuh sekitar satu jam lima belas menit.
“Kami cukup terkejut sekaligus kagum. Rute yang biasanya ditempuh menggunakan kendaraan, pagi ini berhasil dilalui para bhikkhu dengan berjalan kaki secara lancar dan penuh semangat,” ujar Irwan.












