“Sebelumnya juga kita sudah pernah pasang 24 jam dan menghasilkan 907 kilogram sampah. Yang sekarang ini lebih banyak dari waktu itu,” katanya.
Menurut Amiruddin, trash barrier tersebut direncanakan dipasang secara permanen. Selain mencegah sampah masuk ke laut, langkah itu juga diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat tentang kondisi sungai yang sebenarnya.
Sampah hasil evakuasi selanjutnya dibawa ke tempat penampungan sementara untuk dipilah menjadi sampah residu, organik, maupun sampah yang masih memiliki nilai ekonomis. Tim Mozaik Ecoton juga melakukan brand audit guna mengetahui merek produk yang paling banyak mencemari sungai.












