“Ketika MBG datang itu, pagi saya makan sampai habis. Sekitar 30 menit kemudian mulai ada gejala mual dan muntah,” ungkapnya.
Meski sempat mendapatkan penanganan medis, pihak sekolah memastikan seluruh korban kini telah diperbolehkan pulang dan tidak ada yang menjalani rawat inap.
“Kebetulan tidak ada yang rawat inap, semuanya sudah pulang,” tegas Subandriyo.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait. Sementara itu, pihak sekolah bersama instansi berwenang terus melakukan pemantauan guna memastikan keamanan konsumsi makanan bagi para siswa ke depan.












