Berdasarkan pendataan sementara, siswa yang mengalami keluhan berasal dari kelas 1, 2, 3, 4, dan kelas 6, sementara siswa kelas 5 belum sempat mengonsumsi makanan tersebut karena jadwal distribusi berbeda.
“Yang mengalami keluhan itu kelas 1, 2, 3, 4, dan 6. Kalau kelas 5 belum karena jatahnya belum dimakan. Reaksinya juga berbeda-beda, ada yang cepat, ada yang agak lambat,” jelasnya.
Selain siswa, insiden tersebut juga dialami oleh empat orang guru, termasuk Kepala Sekolah Subandriyo sendiri. Ia mengaku mulai merasakan gejala mual dan muntah sekitar 30 menit setelah mengonsumsi makanan yang sama.












