“Terdapat disparitas signifikan antar wilayah, hal ini dibuktikan dengan realisasi pertumbuhan Kabupaten Pacitan yang mencapai 7,01 persen, sementara Kota Kediri hanya 1,68 persen,” tegas Khusnul Arif.
Pansus menyampaikan catatan, bahwa pertumbuhan ekonomi yang positif belum mampu menyentuh kantong-kantong kemiskinan secara merata, terutama di Pulau Madura dan wilayah Tapal Kuda.
Meski kemiskinan tingkat provinsi turun menjadi 9,30 persen, persentase penduduk miskin di beberapa daerah masih sangat memprihatinkan, seperti di Kabupaten Sampang (20,61 persen), Bangkalan (18,25 persen**), dan Sumenep (17,02 persen).
Menyikapi hal ini, Khusnul meminta agar Pemerintah Provinsi mengubah pola intervensi kebijakan agar lebih tepat sasaran secara geografis.
“Pansus berharap agar strategi penanggulangan kemiskinan bersifat spasial dan berkonsentrasi pada wilayah-wilayah kantong kemiskinan, tidak sekadar mengandalkan program nasional yang merata,” imbuhnya.












