Di sisi lain, Pemkot Surabaya masih menunggu arahan teknis dari pemerintah pusat terkait mekanisme skrining hantavirus. Kementerian Kesehatan disebut tengah meminta panduan resmi kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“Kami masih menunggu guidance dari Kementerian Kesehatan terkait screening. Namun Pemkot Surabaya tetap aktif berkoordinasi dan menyiapkan langkah antisipasi,” jelasnya.
Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Namun jika tetap beraktivitas, warga diminta menjaga daya tahan tubuh dan menggunakan perlindungan diri.
“Yang paling penting masyarakat tetap menjaga daya tahan tubuh. Olahraga rutin, makan bergizi, dan kalau berada di keramaian atau ruang tertutup sebaiknya menggunakan masker,” tuturnya.
Sementara itu, bagi warga yang akan bepergian ke luar negeri, Dinkes Surabaya mengingatkan pentingnya melengkapi vaksinasi seperti meningitis, influenza, dan pneumonia sebagai perlindungan tambahan selama perjalanan.












