Anggota Komisi A ini menilai keberadaan pondok pesantren memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan agama dan pendidikan umum. Oleh karena itu, dia menilai pemkot perlu hadir membantu keberlangsungan pendidikan santri.
“Pondok pesantren ini juga bagian dari mencerdaskan anak bangsa. Pemerintah tugasnya membantu para santri yang ada di Kota Surabaya,” ucap dia.
Selain santri, Muhaimin juga meminta perhatian terhadap guru ngaji tradisional yang selama ini mengajar secara sukarela tanpa pamrih. Menurut dia, banyak guru ngaji yang belum tersentuh bantuan karena terkendala administrasi.
“Guru ngaji tradisional ini mengajar dengan ikhlas tanpa bantuan siapa pun. Kadang diberi kesempatan mengurus izin pun enggak mau karena administrasinya terlalu ribet,” katanya.
Dia berharap pemerintah kota dapat mencari solusi agar para guru ngaji tradisional tetap mendapatkan perhatian dan insentif. Menurut dia, langkah tersebut penting sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka kepada masyarakat.












