Selain sebagai sarana penyampaian tuntutan, aksi ini juga diharapkan menjadi momentum dialog antara perwakilan driver dengan pihak legislatif di tingkat provinsi. DPRD Jawa Timur dipilih sebagai tujuan aksi karena dinilai memiliki peran strategis dalam menampung dan meneruskan aspirasi masyarakat kepada pihak terkait.
Di sisi lain, aparat kepolisian bersama instansi terkait diperkirakan akan melakukan pengamanan serta pengawalan selama aksi berlangsung. Hal ini dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu stabilitas umum di wilayah Surabaya.
Aksi DOBRAK mencerminkan dinamika yang berkembang dalam sektor transportasi berbasis digital, di mana hubungan antara aplikator dan mitra pengemudi terus mengalami penyesuaian seiring perubahan kebutuhan dan kondisi di lapangan.












