Perjalanan kariernya dimulai dari profesi sopir taksi. Saat peluang menjadi pengemudi bus terbuka bagi perempuan, ia mencoba mengikuti seleksi hingga akhirnya lolos dan menjalani masa pelatihan serta pendampingan sebelum dipercaya mengemudi secara mandiri.
Adaptasi menjadi tantangan utama di awal, terutama dalam mengendalikan kendaraan berukuran besar serta memahami rute operasional. Namun, seiring waktu, Eka mampu menyesuaikan diri dan kini mengaku nyaman dengan pekerjaannya.
Dukungan dari lingkungan kerja dan penumpang turut memperkuat eksistensinya. Respons positif yang diterima menunjukkan adanya perubahan perspektif masyarakat terhadap peran perempuan di sektor transportasi.












