Ia menganalogikan perempuan seperti pisau. Jika diasah dengan benar, maka kontribusinya akan besar, terutama untuk Jawa Timur.
“Perempuan bagaikan pisau, apabila perempuan diasah bisa berkontribusi dengan baik kepada negara ini, terutama Jawa Timur. Maka perempuan hari ini harus kuat secara spiritual dan kuat secara kemandirian,” tegasnya.
Laili menilai, perempuan masa kini dituntut multitasking. Perannya tak hanya di ranah domestik sebagai ibu, tetapi juga di ruang publik sebagai tokoh masyarakat hingga wakil rakyat.












