Berbagai aktivitas seperti teater, seni rupa, sastra, hingga tari terus difasilitasi dalam ruang tersebut. Mekanisme penggunaan fasilitas juga dinilai berjalan sesuai prosedur, sehingga memberikan kepastian bagi komunitas seni dalam menjalankan kegiatan.
Sementara itu, seniman lukis Muit Arsa melihat transformasi ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pengelolaan seni di Surabaya. Ia berharap kebijakan ini dapat diikuti dengan penguatan infrastruktur budaya, termasuk penyediaan ruang alternatif bagi para seniman.
Menurutnya, kebutuhan ruang ekspresi yang lebih luas menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekosistem seni yang inklusif dan berkelanjutan.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah dan komunitas seni dinilai menjadi faktor kunci agar transformasi ini tidak hanya berhenti pada perubahan struktur, tetapi juga berdampak nyata terhadap perkembangan kebudayaan di Surabaya.












