“Kalau menurut saya kesenian itu mungkin lebih kecil ya, kalau budaya itu lebih meluas. Intinya itu bidang-bidangnya itu lebih luas,” kata Ari Mulyani.
Sri Mulyani yang telah berkecimpung di dunia tari sejak 1982, juga mengaku merasakan langsung dukungan Pemkot Surabaya dalam berbagai kegiatan seni. Di antaranya, mulai dari penyelenggaraan event hingga fasilitasi sarana pertunjukan. “Saya sangat bangga terhadap Pemerintah Kota Surabaya yang selama ini selalu memperhatikan pelaku budaya, saya mengalami sendiri ini,” ujarnya.
Ia mencontohkan bagaimana kegiatan yang digagasnya mampu berkembang dari skala nasional hingga internasional berkat dukungan fasilitas yang memadai, termasuk gedung pertunjukan, pencahayaan, dan sistem suara.
“Sehingga kebutuhan saya untuk ingin memiliki fasilitas gedung yang memadai untuk mempresentasikan karya-karya teman-teman seluruh dunia, itu bisa terwujud dengan baik,” tuturnya.
Selain itu, Sri Mulyani juga menyebut dukungan Pemkot Surabaya dalam bentuk fasilitasi kegiatan luar kota, sebagai bentuk nyata keberpihakan terhadap pelaku budaya. “Di Balai Kota Surakarta itu kami difasilitasi misalnya dibantu konsumsinya, transportasi, seperti itu. Jadi supportnya banyak banget,” katanya.
Sri Mulyani juga melihat perkembangan atmosfer seni budaya di Surabaya semakin dinamis. Hal ini, kata dia, didorong oleh berbagai agenda dan festival yang memberi ruang bagi pelaku seni untuk berkreasi dan berkompetisi.












