Eri Cahyadi menekankan bahwa konsep Kampung Pancasila tidak dapat dilepaskan dari nilai solidaritas sosial yang hidup di tengah masyarakat. Salah satu bentuk konkret yang didorong adalah penguatan gotong royong lintas agama melalui penghimpunan kontribusi sosial di tingkat RW.
Menurutnya, mekanisme seperti zakat dalam Islam maupun persepuluhan dalam Kristen dapat dikelola secara lokal di lingkungan masing-masing. Dana tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membantu warga kurang mampu serta mendukung aktivitas ekonomi di wilayah setempat, sehingga manfaatnya lebih tepat sasaran dan langsung dirasakan oleh masyarakat.
Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat kemandirian ekonomi warga sekaligus menciptakan sistem distribusi bantuan yang lebih efektif berbasis komunitas. Dengan demikian, perputaran ekonomi lokal dapat tumbuh dari dalam lingkungan itu sendiri tanpa bergantung sepenuhnya pada intervensi eksternal.












