Selain aspek pangan, pemerintah juga mengintegrasikan sektor pertanian dengan pengembangan energi terbarukan berbasis komoditas domestik. Program biofuel dan biodiesel menjadi bagian dari strategi jangka panjang menuju kemandirian energi nasional.
Amran menjelaskan bahwa pengembangan bioenergi akan dilakukan secara bertahap, mulai dari B50 hingga B100, dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas global, khususnya crude palm oil (CPO).
“Jika harga CPO turun, kita arahkan menjadi biofuel. Namun jika harga tinggi, ekspor ditingkatkan untuk memperoleh devisa,” jelasnya.
Melalui forum KPPD Lemhannas, pemerintah berharap para pimpinan DPRD dapat memahami secara komprehensif arah kebijakan pangan nasional, sekaligus mampu mengawal implementasinya di tingkat daerah agar selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Penguatan peran daerah dinilai menjadi kunci dalam memastikan bahwa capaian nasional tidak hanya bersifat statistik, tetapi juga berdampak nyata terhadap kesejahteraan petani dan stabilitas ekonomi lokal.












