Workshop tersebut menjadi bagian dari upaya konkret Kemnaker dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di era penuaan penduduk. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan akses kerja inklusif bagi lansia, sekaligus memastikan kebijakan yang disusun tidak berhenti pada tataran normatif, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.
Selain itu, forum ini juga membahas pengembangan model penempatan dan pemberdayaan tenaga kerja lansia yang berkelanjutan, sehingga dapat direplikasi secara nasional. Pendekatan ini dinilai penting agar program tidak bersifat sporadis, melainkan menjadi sistem yang terintegrasi dalam kebijakan ketenagakerjaan nasional.
Esti menegaskan, penguatan ekosistem ketenagakerjaan inklusif bagi lansia tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari dunia usaha dan industri, akademisi, komunitas, hingga media dan mitra pembangunan.
“Kolaborasi menjadi kunci agar kebijakan yang disusun tidak hanya implementatif, tetapi juga memberikan dampak nyata di lapangan,” ujarnya.













