JAKARTA, cakrawalanews.co | Kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) sejak awal April 2026 mulai memberikan tekanan signifikan terhadap industri penerbangan nasional. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh maskapai, tetapi juga meluas ke sektor pariwisata hingga perekonomian daerah, termasuk Jawa Timur.
Berdasarkan data terbaru, harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta berada di kisaran Rp23.551 per liter. Meskipun angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan negara lain seperti Thailand dan Filipina, avtur tetap menjadi komponen biaya terbesar dalam operasional maskapai, dengan porsi mencapai sekitar 40 persen.
Kondisi ini menempatkan maskapai dalam situasi sulit. Di satu sisi, biaya operasional terus meningkat, sementara di sisi lain penyesuaian tarif tiket menjadi langkah yang hampir tidak terhindarkan untuk menjaga keberlanjutan bisnis.
Kenaikan harga tiket pesawat diperkirakan memicu efek berantai terhadap berbagai sektor. Industri pariwisata berpotensi mengalami penurunan kunjungan, pertumbuhan ekonomi dapat melambat, serta berdampak pada penyerapan tenaga kerja.













