“Kita butuh ekosistem trainer yang kuat. Karena dari sinilah proses pembinaan berjalan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pembentukan Korps Trainer API merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja Wilayah yang menekankan pentingnya penguatan sistem kepemimpinan di internal partai. Hal ini juga diperkuat dengan hasil asesmen terhadap ratusan pengurus PKS di Jawa Timur.
“Dari asesmen yang kami lakukan, kita menemukan bahwa kekuatan kita ada di kepercayaan dan komunikasi. Tapi di sisi lain, kita masih punya PR di aspek akuntabilitas, manajemen organisasi, dan kaderisasi kepemimpinan,” jelasnya.
Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi adalah kecenderungan organisasi yang masih berjalan seperti komunitas, belum sepenuhnya berbasis sistem modern yang menekankan perencanaan, evaluasi, dan orientasi hasil.
“Ke depan, kita ingin membangun organisasi yang berbasis sistem. Setiap program harus terukur, ada indikator kinerja, ada evaluasi, dan ada hasil yang bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Puguh.













