Lamongan, Cakrawalanews.co – Pemerintah Kabupaten Lamongan mempelajari pengelolaan sampah modern di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngipik, Gresik, sebagai upaya memperkuat sistem penanganan sampah berbasis teknologi pada Rabu, 8 April 2026.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi pengelolaan sampah yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Gresik, terutama metode landfill mining dan inovasi produk turunan.
“Kami mengapresiasi pengelolaan sampah yang dilakukan secara modern. Banyak hal yang bisa dipelajari, terutama landfill mining yang belum kami terapkan,” katanya.
Yuhronur Efendi menjelaskan bahwa pihak pemerintah setempat juga tertarik pada inovasi pengolahan refuse derived fuel (RDF) serta pemanfaatan sisa makanan menjadi pakan ternak yang dinilai berpotensi dikembangkan di daerahnya.
“Hasil kunjungan yang sudah kami lakukan akan ditindaklanjuti melalui penjajakan kerja sama antardaerah guna mempercepat penanganan sampah,” jelas Yuhronur Efendi.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan kesiapan berkolaborasi dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi, termasuk pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di kawasan Surabaya Raya.
“Kolaborasi ini sesuai arahan pemerintah pusat untuk mendukung program pengolahan sampah menjadi energi listrik,” ujarnya.
Fandi Akhmad Yani menambahkan, potensi sampah yang akan diolah dalam skema tersebut diperkirakan mencapai 250 ton per hari dari Gresik dan 100 ton per hari dari Lamongan, dengan hasil energi listrik yang nantinya dibeli oleh PLN sebagai bagian dari energi baru terbarukan.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah menilai kolaborasi lintas daerah menjadi kunci pengelolaan sampah terintegrasi.
“Saat ini capaian pengelolaan sampah di Jawa Timur telah mencapai 52,7 persen atau tertinggi secara nasional,” ujar Sri Subaidah.
Pemerintah daerah berharap sinergi tersebut dapat mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang efektif serta mendukung lingkungan bersih dan berkelanjutan.(wa/ar)













