Surabaya, Cakrawalanews.co — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi ekonomi digital serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul demi masa depan.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Gubernur Jawa Timur pada Rapat Pleno Majelis Wali Amanat (MWA) ITS yang digelar secara daring pada hari Selasa (7/4/2026) malam, melalui Kepala Diskominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin.
Dalam sambutan tersebut, dijelaskan bahwa di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan kinerja yang tangguh.
Pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,11 persen, dengan capaian kuartal IV sebesar 5,39 persen, yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tertinggi di antara negara G20.
“Capaian ini tidak hanya mencerminkan kekuatan ekonomi, tetapi juga berdampak pada perbaikan indikator sosial, seperti penurunan tingkat kemiskinan menjadi 8,25 persen dan tingkat pengangguran terbuka yang turun menjadi 4,74 persen,” ujar Sherlita.
Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026 berada di kisaran 5,4 hingga 5,6 persen, sejalan dengan tema RKP 2026 yakni kedaulatan pangan, energi, dan transformasi ekonomi menuju Indonesia maju.
Pada tingkat regional, Jawa Timur menunjukkan performa yang impresif dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,33 persen sepanjang tahun 2025, yang mana angka ini melampaui rata-rata nasional.
Struktur ekonomi Jawa Timur ditopang kuat oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kinerja ekspor yang terus meningkat secara signifikan.
Data menunjukkan bahwa nilai ekspor Jawa Timur periode Januari hingga November 2025 mencapai USD 27,63 miliar atau tumbuh 15,33 persen, terutama berasal dari sektor nonmigas.
Sementara itu, angka impor justru mengalami penurunan yang menandakan adanya penguatan pada kapasitas produksi di dalam negeri sendiri.
Namun demikian, di balik capaian tersebut, tantangan besar masih dihadapi, khususnya terkait dengan pemenuhan kebutuhan talenta digital di masa mendatang.
Indonesia diproyeksikan membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada tahun 2030, sementara saat ini ketersediaannya baru mencapai sekitar 9,3 juta orang.
“Ini menjadi peluang sekaligus tantangan besar. Perguruan tinggi, termasuk ITS, memiliki peran strategis dalam mencetak talenta digital unggul yang mampu menjawab kebutuhan industri masa depan,” tegas Sherlita.
Potensi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD 360 miliar pada tahun 2030, sehingga menjadikannya sebagai pasar digital terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Profesi di bidang teknologi seperti big data, artificial intelligence, hingga keamanan siber diprediksi akan menjadi tulang punggung penggerak ekonomi ke depan.
Dalam konteks tersebut, ITS diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai pusat inovasi dan pengembangan teknologi, sekaligus menjadi penghubung antara dunia akademik, industri, dan pemerintah.
Jawa Timur sendiri dinilai sudah siap menjadi gerbang baru Nusantara, tidak hanya secara geografis, tetapi juga sebagai simpul strategis penggerak arus investasi, perdagangan, dan inovasi.
“Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan institusi pendidikan menjadi kunci utama dalam merumuskan langkah strategis ke depan, termasuk dalam penyusunan rencana strategis ITS yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” imbuhnya.
Melalui forum Rapat Pleno MWA ITS ini, diharapkan dapat lahir berbagai rekomendasi strategis yang visioner sekaligus implementatif guna memperkuat kontribusi dalam mewujudkan Indonesia maju.(wa/ar)













