Tulungagung, Cakrawalanews.co – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, melakukan langkah penanganan melalui program imunisasi ‘kejar’ menyusul peningkatan kasus campak pada awal 2026 yang mencapai 38 suspek, dengan satu kasus terkonfirmasi positif.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung dr Aris Setiawan pada hari Sabtu, 29 Maret 2026, mengatakan pihaknya segera memperkuat langkah preventif dengan mendata dan menyasar balita yang belum mendapatkan imunisasi campak.
“Kami lakukan pendataan balita yang belum imunisasi untuk segera mengikuti imunisasi kejar sebagai upaya pencegahan penyebaran,” katanya.
Aris Setiawan menjelaskan, Dinkes menemukan 38 suspek campak selama periode Januari hingga Februari 2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat 12 suspek.
Dinkes kemudian melakukan pelacakan kasus dan pengambilan sampel terhadap para suspek dengan mengirimkan 37 sampel darah dan satu sampel urine ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan satu sampel urine terkonfirmasi positif campak,” ujarnya.
Menurut Aris Setiawan, mayoritas suspek merupakan anak usia di bawah lima tahun (balita), dengan sebagian di antaranya belum mendapatkan imunisasi dasar.
Dinkes juga mengidentifikasi gejala yang muncul pada suspek, antara lain demam, ruam kemerahan pada tubuh, batuk, pilek, dan mata memerah yang mengarah pada infeksi campak.
Selain imunisasi, Dinkes terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya vaksinasi, mengingat campak merupakan penyakit menular yang menyebar melalui droplet saat penderita batuk atau pilek.
“Vaksinasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penularan campak, terutama pada balita yang belum terlindungi,” katanya.(wan/an)












