Cakrawalanews.co -Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tunas Pratama Kota Blitar, Jawa Timur, memberikan pelatihan sablon dengan teknik direct to film (DTF) kepada puluhan warga yang mayoritas merupakan anak-anak muda di wilayah setempat.
Kepala Sekolah PKBM Tunas Pratama Joko Pramono, di Blitar, pada hari Kamis, 12 Maret 2026, mengatakan bahwa pelatihan sablon yang untuk puluhan anak-anak muda tersebut diharapkan mampu menambah kreativitas dan ekonomi, dengan proses produksi yang mudah.
“Hanya modal setrika di rumah, bisa jadi cuan dan ekonomi naik level” kata Joko Pramono, usai kegiatan pelatihan.
Joko Pramono menambahkan, pelatihan tersebut bertujuan untuk memacu semangat belajar anak-anak muda dan memberikan pemahaman bahwa untuk memulai bisnis tidak selalu membutuhkan modal yang besar.
Pelatihan tersebut selain menggugah semangat anak-anak muda juga bertujuan untuk menggelorakan ekonomi kreatif yang berbasis kerakyatan. Diharapkan, dengan pelatihan tersebut bisa melahirkan kemandirian ekonomi dari sektor kreatif.
“Membangun kemandirian ekonomi Kota Blitar lewat tangan-tangan kreatif anak muda, sehingga bisa mandiri, kreatif, dan nasionalis.” katanya.
Joko Pramono menambahkan, DTF merupakan salah satu teknik sablon yang cukup sederhana namun memiliki kualitas yang memuaskan. Selain itu, hasil sablon DTF juga memiliki nilai ekonomi yang tidak kalah dengan sablon manual.
“Bedanya sama sablon manual yang butuh banyak alat, teknik DTF cukup menggunakan stiker cetakan khusus dan setrika rumah tangga, desain langsung menempel di kaos,” kata narasumber sekaligus praktisi sablon DTF asal Blitar Oeddin Izzoel Haq.
Selain cukup sederhana, Oeddin Izzoel Haq menjelaskan bahwa teknik sablon DTF juga tidak membutuhkan tempat produksi yang luas. Semua bisa dikerjakan dengan cara sederhana, yang dimulai dari ide kreatif.
“Hanya butuh ide kreatif, dan semua bisa dibuat dari dalam kamar tidur,” tambah Oeddin Izzoel Haq.
Menurut praktisi tersebut, para pelaku usaha industri kreatif bisa memanfaatkan momentum hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah untuk memulai usaha tersebut seiring meningkatnya keinginan masyarakat untuk berpenampilan menarik saat Lebaran tahun 2026.
“Selain bisa membuat merek sendiri, kita juga ikut berkontribusi untuk kemajuan ekonomi lokal. Apalagi, saat ini mendekati Lebaran, ini saat yang tepat untuk memulai,” katanya.( wa/ar)












