Cakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Dinkes Jatim Pastikan Takjil di Kota Madiun Aman dari Bahan Berbahaya

×

Dinkes Jatim Pastikan Takjil di Kota Madiun Aman dari Bahan Berbahaya

Sebarkan artikel ini
Dinkes Jatim uji 10 sampel makanan
Dinkes Jatim uji 10 sampel makanan

Cakrawalanews.co-Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur bersama Dinkes PPKB Kota Madiun menggelar uji sampel jajanan takjil yang dijajakan para pedagang kaki lima di kawasan Taman Bantaran dalam rangka pengamanan pangan selama Ramadhan 1447 Hijriah.

Sanitarian Dinkes Provinsi Jawa Timur, Yenni Dwi Kurniawaty, menjelaskan di Madiun pada Senin, 9 Maret 2026, bahwa sidak ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Kementerian Kesehatan terkait pengawasan makanan takjil guna memastikan bahan pangan yang dijual aman dikonsumsi oleh masyarakat luas.

“Pemeriksaan takjil ini pada dasarnya rutin dilakukan setiap tahun. Hari ini kami melakukan pemeriksaan di Taman Bantaran sebagai titik sampling, karena sebelumnya Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun sudah melakukan pemeriksaan di kawasan Bunderan Taman,” ujar Yenni.

Dalam kegiatan tersebut, tim mengambil sampel dari 10 jenis makanan dan minuman secara acak, mulai dari es buah, pentol bakso, risol mayo, cilok, jelly, hingga minuman kemasan. Dari sepuluh sampel tersebut, enam di antaranya langsung diuji secara kimia di lokasi menggunakan metode uji cepat untuk mendeteksi kandungan metanil yellow, rhodamin B, boraks, dan formalin, yang hasilnya menunjukkan bahwa seluruh sampel negatif dari bahan berbahaya.

“Enam sampel yang diuji secara kimia di tempat hasilnya negatif semua,” kata Yenni.

Sementara itu, empat sampel lainnya masih harus menjalani pemeriksaan mikrobiologi di laboratorium yang membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua hari untuk proses pengembangbiakan bakteri. Yenni menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, pihaknya juga mengedukasi pedagang untuk tetap menggunakan bahan yang sehat serta mengimbau konsumen agar lebih teliti, terutama dalam menghindari jajanan dengan warna yang terlalu mencolok.

“Kami berharap seluruh hasil pemeriksaan sampel takjil yang diambil hari ini juga menunjukkan hasil negatif,” katanya.

Meskipun hasil uji cepat menunjukkan hasil positif bagi keamanan pangan secara umum, petugas menemukan adanya pedagang yang menjual jajanan Ciki Bull menggunakan nitrogen cair atau dry ice di kawasan Bantaran. Yenni menegaskan bahwa temuan ini menjadi perhatian serius karena penggunaan bahan tersebut telah dilarang melalui surat edaran Kementerian Kesehatan, BPOM, dan Pemprov Jatim sejak tahun 2024.

Temuan ini akan menjadi bahan evaluasi dan pembinaan lebih lanjut bagi pelaku usaha, termasuk koordinasi lintas daerah mengingat produk tersebut diproduksi di luar wilayah Kota Madiun. Melalui pengawasan intensif ini, Dinas Kesehatan berkomitmen memastikan warga tetap dapat menikmati takjil dengan rasa aman dan sehat selama bulan suci. ( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *