“Kami membuka pendaftaran secara online dan tidak sampai tiga hari kuota langsung penuh. Awalnya kami hanya membatasi 100 peserta, ternyata antusiasme masyarakat sangat tinggi,” katanya.
Tingginya minat masyarakat tersebut, lanjut Akhmarawita, menjadi bahan evaluasi bagi panitia untuk kegiatan serupa di masa mendatang.
Pihaknya mempertimbangkan menambah kuota peserta agar semakin banyak warga dapat mengikuti kegiatan edukatif tersebut.
“Ke depan mungkin kuotanya akan kami tambah, dan juga bisa ditambah dengan doorprize agar kegiatan seperti ini semakin menarik bagi masyarakat,” jelasnya.
Dalam seminar tersebut, materi kesehatan disampaikan oleh Ketua Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) Jawa Timur, dr. Meivy Isnoviana.












