Selain itu, proyek SPAM Umbulan mempunyai pipa transmisi sepanjang 92,3 km dengan diameter pipa sebesar 1,1-1,9 meter. Artinya, proyek tersebut merupakan proyek SPAM terbesar di Indonesia. Proyek tersebut meliputi pekerjaan desain, konstruksi, operasi, pemeliharaan serta pembiayaannya.
Masih menurut Pakde Karwo, kesuksesan meraih kepastian dilaksanakannya proyek SPAM Umbulan kian memacunya untuk menggali lebih luas proyek kerjasama pemerintah swasta (KPS) yang dapat dilaksanakan di Jatim. “Kami akan mencari kembali apa yang bisa dibiayai dengan KPS, kami akan sering kesini untuk terus berkoordinasi. Ini semua demi kesejahteraan masyarakat di Jatim” ujarnya.
Pakde Karwo mengusulkan pengembangan kawasan industri untuk dimintakan persetujuan KPS, sejalan dengan harapan dan program Menteri Perencanaan dan Ketua Bappenas Sofyan Djalil, dan Menko Perekonomian Darmin Nasution. “Kita mempersiapkan kawasan industri seluas 27.400 Ha tersebar di 11 kabupaten, sedangkan yang sudah ada tersedia 4.000 Ha. Juga kita tawarkan Lamongan Integrated Shorebase dan Pasuruan Industrial Estate,” lanjutnya.
Langkah Pakde Karwo yang berani mengajukan diri sebagai PJPK diapresiasi oleh Menteri Keuangan, Bambang P.S. Brodjonegoro, menurutnya, selama ini pihak swasta “takut” untuk membangun infrastruktur dikarenakan tidak adanya kepastian dari pemerintah soal pelaksanaan proyek.
“Dengan adanya KPS ini, pihak swasta tidak perlu takut lagi, karena inti dari KPS ini adalah ada yang mau menjadi PJPK. Selama ini, itulah yang menjadi penghambat, tidak ada yang mau jadi PJPK. Karena itu, saya mengapresiasi Pakde Karwo yang bersedia menjadi PJPK. Bukan untuk gagah-gagahan, tetapi ada 1,3 juta jiwa yang akan mendapat air bersih dari proyek SPAM Umbulan” katanya.



