Cakrawala BirokrasiCakrawala SurabayaHeadlineIndeks

Pemkot Surabaya dan LAZ Satukan Data Zakat, Targetkan Bantuan Tepat Sasaran

×

Pemkot Surabaya dan LAZ Satukan Data Zakat, Targetkan Bantuan Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini
Pemkot Surabaya dan LAZ Satukan Data Zakat, Targetkan Bantuan Tepat Sasaran
Pemkot Surabaya dan LAZ Satukan Data Zakat, Targetkan Bantuan Tepat Sasaran

Surabaya, CakrawalaNews.co – Pemerintah Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya, Jumat (6/3/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang sidang wali kota tersebut membahas upaya sinkronisasi penyaluran zakat agar lebih terarah dalam mendukung program pengentasan kemiskinan.

Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto, mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, mengatakan rapat koordinasi ini bertujuan menyatukan pola distribusi zakat yang selama ini dijalankan oleh berbagai lembaga agar bantuan dapat tepat sasaran.

“Teman-teman di Kemenag, Baznas, dan Lembaga Amil Zakat kita kumpulkan untuk berdiskusi agar proses pendistribusian bisa sampai di tempat yang paling tepat. Sehingga tidak ada yang double dan semuanya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Lilik, Sabtu (7/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Surabaya juga mencatat terdapat 34 LAZ yang beroperasi di Kota Pahlawan. Pemerintah kota berencana melanjutkan koordinasi lanjutan guna membangun sistem kolaborasi yang lebih terintegrasi, tidak hanya dalam distribusi zakat tetapi juga dalam berbagai program sosial.

Salah satu program yang dibahas adalah keterlibatan LAZ dalam penguatan Kampung Pancasila, yang selama ini menjadi salah satu agenda pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh Pemkot Surabaya.

“Yang paling bagus adalah mengkolaborasikan kegiatan-kegiatan mereka sehingga menjadi satu kegiatan besar yang bisa menunjang program pemerintah kota, termasuk di Kampung Pancasila,” ujar Lilik.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah kota, Baznas, dan LAZ dapat memperluas jangkauan bantuan bagi warga yang membutuhkan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial berbasis zakat.

“Tidak hanya pemerintah, masyarakat juga harus ikut menyadari bahwa masih ada warga lain yang membutuhkan bantuan. Kepedulian sosial ini harus tumbuh bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya Muhammad Muslim menyambut baik langkah koordinasi tersebut. Menurutnya, sinkronisasi antara Baznas, LAZ, dan Pemkot penting untuk mencegah tumpang tindih penyaluran bantuan.

“Dari pantauan Pak Wali Kota, ada warga yang sudah menerima bantuan Baznas kemudian mendapatkan bantuan lagi dari LAZ. Rapat ini diharapkan bisa mencegah hal seperti itu karena masyarakat miskin yang membutuhkan masih banyak,” kata Muslim.

Ia mengusulkan agar penyaluran zakat dilakukan melalui pemetaan wilayah sehingga program bantuan dapat difokuskan pada kawasan tertentu secara bertahap.

“Misalnya satu wilayah kita tuntaskan dalam satu tahun. Semua Baznas dan LAZ fokus di wilayah tersebut, lalu tahun berikutnya berpindah ke wilayah lain. Dengan begitu pemberdayaan masyarakat bisa lebih terarah,” jelasnya.

Muslim menambahkan, dalam koordinasi tersebut pihaknya juga mendorong agar setiap LAZ mengumpulkan dan menyinkronkan data warga miskin di Surabaya. Basis data tersebut dinilai penting agar bantuan zakat benar-benar diberikan kepada pihak yang berhak.

Menurutnya, tujuan jangka panjang dari program zakat tidak hanya sebatas bantuan konsumtif, tetapi mendorong transformasi ekonomi warga dari mustahik menjadi muzakki, yakni dari penerima zakat menjadi pemberi zakat.

“Kalau datanya sudah tertata dengan baik, harapannya dalam jangka waktu tertentu warga yang sebelumnya menerima zakat bisa mandiri secara ekonomi dan menjadi muzakki,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *