Cakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Di Surabaya, Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Masyarakat Tak Menghakimi Potongan Ceramah

×

Di Surabaya, Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Masyarakat Tak Menghakimi Potongan Ceramah

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar

Cakrawalanews.co-  Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyalahkan seseorang hanya berdasarkan potongan ceramah yang beredar di media sosial. Hal ini disampaikan Menag saat memberikan ceramah Subuh di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada Sabtu, 7 Maret 2026, guna mengklarifikasi polemik terkait pernyataannya tentang zakat yang sempat viral.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin mengibaratkan fenomena salah paham ini dengan kisah sejarah tokoh sufi. “Jangan salahkan orang dari potongan ceramah, barangkali kita belum sampai kepada apa yang dimaksud penceramah itu. Itu seperti seorang sufi Al-Hallaj (858-922 M) yang dieksekusi mati, karena dianggap sesat, tapi darah yang mengalir dari tubuhnya akhirnya membentuk la ilaha illallah untuk penunjuk bahwa dia benar,” tuturnya di hadapan sekitar 1.000 jemaah yang hadir.

Menag memberikan penjelasan lebih lanjut bahwa pernyataan viralnya mengenai zakat 2,5 persen bukan berarti dirinya menganggap zakat tidak wajib. Ia menegaskan bahwa poin utama yang ingin disampaikan adalah pemberdayaan umat tidak bisa hanya mengandalkan zakat semata, melainkan harus mengoptimalkan instrumen dana sosial keagamaan lainnya. “Namun, pemberdayaan umat itu tidak cukup hanya dengan zakat, tapi ada wakaf, infak, sedekah, dan banyak pundi-pundi mal yang perlu dioptimalkan agar kemiskinan umat pun teratasi,” katanya.

Lebih lanjut, ia mendorong pengelola Masjid Al-Akbar Surabaya untuk menjadi pelopor dalam penguatan ekonomi umat melalui pengelolaan dana sosial yang profesional, merujuk pada keberhasilan negara-negara seperti Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab yang mampu menghimpun dana melalui kementerian wakaf untuk memacu produktivitas masyarakat. “Mari kita jadikan Masjid Al-Akbar ini sebagai contoh dalam ikhtiar optimalisasi dana sosial keagamaan untuk pemberdayaan jamaah. Di Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab melalui Kementerian Wakaf pun mampu menghimpun dana sosial keagamaan hingga 25-40 persen untuk pemberdayaan masyarakat agar lebih produktif dan berkelanjutan secara sosial dan ekonomi,” jelasnya.

Selain membahas ekonomi umat, Menteri Agama juga mengajak para jemaah untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai sarana meningkatkan martabat beragama dan kualitas iman. Ia memaparkan bahwa segala sesuatu diciptakan dengan derajatnya masing-masing, di mana manusia sejatinya berasal dari langit dan akan kembali ke langit. “Segala sesuatu itu diciptakan dengan martabat, ada martabat di bawah, ada martabat di atas. Manusia juga awalnya dari langit, lalu turun/jatuh ke bumi, nantinya naik ke langit lagi,” ungkapnya.

Sebagai bentuk penghormatan, Menag mengawali ceramahnya dengan mengajak jemaah membacakan Surah Al-Fatihah untuk mendoakan almarhum Try Sutrisno, salah satu tokoh pendiri Masjid Al-Akbar Surabaya yang wafat pada 2 Maret 2026. Menutup rangkaian kunjungannya, Nasaruddin Umar menyerahkan bantuan sosial keagamaan senilai Rp100 juta kepada Badan Pelaksana Pengelola Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *