“Dengan kondisi saat ini tingkat penanganan sampah Surabaya sudah mencapai sekitar 95 persen, yang merupakan capaian tertinggi untuk kota besar di Indonesia,” ujar Menteri Hanif.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah pusat terus mengawal pengembangan pengolahan sampah menjadi energi di Surabaya, termasuk menyiapkan pendanaan yang sempat terkendala perubahan regulasi.
“Untuk pendanaan tahun 2025, atas persetujuan Menteri Keuangan, pencairan anggaran akan dilakukan pada tahun ini. Tahun sebelumnya memang sempat ada kendala karena perubahan regulasi, tetapi setelah pemeriksaan oleh BPK, pembayaran untuk fasilitas di Benowo akan segera direalisasikan,” tambahnya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik dukungan tersebut dan menyatakan bahwa kerja bakti di Sungai Kalimas merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat.
Eri menekankan bahwa keterlibatan warga dalam pemilahan sampah dari sumbernya menjadi kunci keberhasilan kota selama ini.












