Cakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

BPBD Jawa Timur Pastikan Kesiapan 71 Unit EWS Hadapi Cuaca Ekstrem

×

BPBD Jawa Timur Pastikan Kesiapan 71 Unit EWS Hadapi Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
BPBD Jawa Timur Pastikan Kesiapan 71 Unit EWS
BPBD Jawa Timur Pastikan Kesiapan 71 Unit EWS

Cakrawalanews.co – Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur melakukan pengecekan intensif guna memastikan kondisi peralatan Early Warning System (EWS) yang tersebar di berbagai daerah berfungsi optimal saat terjadi cuaca ekstrem.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menjelaskan di Surabaya pada Jumat bahwa di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah, pihaknya terus meminta dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana seperti banjir, longsor, maupun tsunami.

Gatot menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini tidak hanya bertumpu pada kesadaran warga, namun juga pada keandalan infrastruktur pendukung bencana.

Ia menyatakan bahwa selain masyarakat yang harus meningkatkan kewaspadaannya, peralatan EWS juga dicek kondisinya dan personel BPBD ditingkatkan kesiagaannya.

Sepanjang cuaca ekstrem yang masih berlangsung saat ini, masyarakat, relawan, dan personel BPBD di tingkat kabupaten atau kota diharapkan dapat terus berkolaborasi meningkatkan kesiapsiagaan guna mengurangi risiko bencana yang mungkin terjadi.

Meskipun teknologi pemantauan sudah mutakhir, BPBD Jatim tetap memprioritaskan validasi fisik di lokasi perangkat.

Gatot mengungkapkan bahwa sebetulnya perkembangan EWS di Jatim ini bisa dipantau lewat dashboard di kantor, namun pengecekan langsung ke lapangan juga perlu dilakukan agar pihaknya bisa mengetahui kondisi riil EWS di lokasi supaya bisa menjadi alat deteksi dini bagi masyarakat sekitar jika terjadi bencana. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap maraknya kejadian bencana akibat cuaca ekstrem belakangan ini.

Dalam sepekan ini, rangkaian kegiatan pengecekan EWS telah dimulai dari Kabupaten Banyuwangi, tepatnya pada sirene tsunami di Pantai Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.

Agenda ini kemudian berlanjut ke sejumlah titik di Kabupaten Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, hingga berakhir di Pacitan.

Secara total, terdapat 71 unit EWS yang menjadi sasaran inspeksi, meliputi EWS banjir di 27 titik, EWS longsor di 27 titik, dan sirene tsunami di 17 titik. Gatot menyebutkan bahwa seluruh perangkat tersebut akan dilakukan pengecekan untuk memastikan kondisi fisik dan fungsinya bagi peringatan dini masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *