Pemprov Jatim bersama dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan BBPJN menurunkan tim teknis untuk memastikan kelayakan struktur. Pemasangan jembatan bailey kini tengah dipersiapkan.
Tujuannya jelas: memulihkan konektivitas Bondowoso–Jember secepat mungkin, menjelang arus mudik Lebaran.
Dokter Agung berharap pengerjaan perbaikan segera selesai. “Kita harus pastikan pekerjaan cepat, rapi, dan aman. Masyarakat harus bisa lewat tanpa khawatir,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Jember, Tutug Putro, membeberkan kondisi sebenarnya soal amblesnya Jembatan Sentong yang menghubungkan Bondowoso–Jember.
Tutug menyebut proyek penggantian jembatan itu sebenarnya sudah siap jalan. “Desain sudah selesai. Lelang juga sudah. Pemenang sudah ada. Kita tinggal tanda tangan kontrak saat longsor terjadi,” ujarnya.
Begitu ambles, langkah cepat langsung diambil. “Kami koordinasi malam itu juga. Setelah melihat kondisi, diputuskan jembatan harus ditutup total. Tidak aman kalau dipaksa,” tegasnya.
UPT PJJ Jember bersama Pemkab Bondowoso kemudian menyiapkan skema pengalihan.
“Pengalihan sudah dihitung. Sepeda motor lewat jalur tertentu, mobil kecil lewat jalur lain. Jalurnya sudah disurvei bersama,” kata Tutug.
Ia memastikan pengaturan disesuaikan kelas kendaraan agar tidak terjadi konflik arus di jalur alternatif yang lebih sempit.
Tutug menegaskan pembangunan jembatan baru akan memakan waktu delapan bulan. “Ini bukan perbaikan kecil. Ini penggantian total. Harus kuat, harus aman,” jelasnya.
UPT juga terus berkoordinasi dengan kepolisian dan pemkab untuk mengurai kemacetan. “Masa darurat tetap harus berjalan. Yang penting konektivitas tidak lumpuh,” ujar Tutug.
Ia memastikan seluruh keputusan diambil berdasarkan kajian teknis. “Kami lihat semua aspek. Geologi, arus sungai, keamanan struktur. Karena itu kami tutup total. Tidak ada pilihan lain,” tandasnya. (caa)












