“Program ini kami lakukan untuk saling melengkapi dengan apa yang sudah dilakukan bupati dan wali kota di berbagai titik. Harapannya sama-sama memaksimalkan stabilisasi harga karena menjelang Lebaran ada kecenderungan dinamika harga,” ujar Khofifah saat meninjau lokasi kegiatan. Ia juga menegaskan bahwa pasar murah serupa akan terus digelar di sejumlah daerah demi memastikan ketersediaan serta keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat luas.
Dalam kegiatan ini, sejumlah komoditas dijual dengan harga di bawah pasar. Komoditas tersebut meliputi cabai merah besar seharga Rp2.000 per 100 gram, cabai rawit Rp4.000 per ons, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram. Selain itu, telur ayam ras dijual Rp22.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, dan Minyakita seharga Rp13.000 per liter. Untuk daging ayam, warga dapat membelinya dengan harga Rp30.000 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang berkisar Rp42.000. Sementara untuk kebutuhan pokok utama, beras SPHP kemasan 5 kilogram dipasarkan seharga Rp55.000 dan beras premium Rp70.000 per kemasan 5 kilogram.
Khofifah turut menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog atas dukungan penuh dalam penyediaan beras SPHP demi kelancaran program ini. “Kami berterima kasih kepada Bulog. Semoga dapat membantu pemenuhan kebutuhan logistik rumah tangga,” katanya. Di sela-sela peninjauan, Gubernur Jatim juga menyalurkan beras SPHP kemasan 5 kilogram secara langsung kepada para lanjut usia di sekitar lokasi kegiatan. Kehadiran pasar murah ini pun disambut baik oleh warga, salah satunya Sunarsih (54), yang mengaku sangat terbantu karena dapat memperoleh beras dan telur dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding harga normal.( wa/at)



