Cakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Gunung Semeru Didominasi Gempa Letusan, Masyarakat Diminta Waspada Radius Bahaya

×

Gunung Semeru Didominasi Gempa Letusan, Masyarakat Diminta Waspada Radius Bahaya

Sebarkan artikel ini
Aktivitas gunung semeru
Aktivitas gunung semeru

Cakrawalanews.co-Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, masih didominasi oleh gempa letusan atau erupsi. Berdasarkan pengamatan pada Rabu, 4 Maret 2026, pukul 00.00-06.00 WIB, gunung setinggi 3.676 mdpl tersebut tercatat mengalami 12 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-19 mm dan durasi gempa antara 58 hingga 99 detik. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulisnya menyampaikan bahwa selain gempa letusan, tercatat pula satu kali gempa guguran, 13 kali gempa hembusan, serta satu kali gempa tektonik jauh.

Secara visual, gunung api tersebut dilaporkan tertutup kabut dengan asap kawah yang tidak teramati di bawah kondisi cuaca berawan hingga mendung dan angin lemah ke arah timur laut. Sigit Rian Alfian menjelaskan bahwa pada hari Rabu, 4 Maret 2026, pukul 08.40 WIB, kembali terjadi erupsi dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 147 detik, meskipun secara visual letusannya tidak teramati. Data menunjukkan bahwa sejak 1 Januari hingga 3 Februari 2026, jumlah letusan Gunung Semeru telah mencapai 419 kali, angka tertinggi dibandingkan gunung api berstatus siaga lainnya di Indonesia.

Mengingat status Gunung Semeru yang berada pada Level III (Siaga), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi keselamatan warga. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak 17 kilometer dari puncak.

Lebih lanjut, Sigit menegaskan bahwa masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. Selain itu, warga diminta untuk terus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada anak-anak sungai di sekitarnya. ( wa/at)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *