Cakrawalanews.co – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri, Jawa Timur, secara resmi memulai pemusatan latihan kota (Puslatkot) sejak dini sebagai langkah strategis dalam menghadapi Porprov Jatim X 2027. Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, pada Minggu, 1 Maret 2026, menjelaskan bahwa pemusatan latihan ini dibagi ke dalam dua tahap utama untuk memastikan seluruh proses pembinaan atlet berjalan secara terukur dan efektif.
Tahap pertama yang dimulai tepat pada 1 Maret 2026 ini difokuskan kepada para atlet peraih medali pada Porprov Jatim IX 2025. Setidaknya terdapat 160 atlet dan 50 pelatih yang dilibatkan dalam program awal ini karena mereka diproyeksikan menjadi tulang punggung kontingen Kota Kediri. S
ebagai bentuk dukungan operasional, setiap atlet akan menerima uang transportasi sebesar Rp1.000.000 per bulan, sementara pelatih mendapatkan Rp1.300.000 per bulan. Terkait keseriusan ini, Eko Agus Koko menegaskan, “Puslatkot dimulai pada 1 Maret 2026. Kami berharap seluruh cabor fokus dan serius melaksanakan puslatkot. Dua tahun bukan waktu yang lama untuk mempersiapkan atlet menghadapi Porprov 2027.”
Memasuki Januari 2027, KONI akan memulai tahap kedua dengan membuka peluang tambahan bagi atlet baru melalui mekanisme seleksi ketat sesuai regulasi Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres).
Seleksi tersebut mempertimbangkan rekam jejak prestasi di berbagai kejuaraan resmi seperti Kejurnas, Kejurprov, Popnas, hingga Popda.
Menurut Koko, langkah ini diambil agar atlet yang masuk puslatkot benar-benar memiliki potensi dan kesiapan kompetitif. Selain itu, ia juga mewajibkan setiap pelatih memiliki sertifikasi resmi sesuai cabang olahraganya masing-masing.
Guna menjaga kualitas latihan, Bidang Binpres akan melakukan evaluasi berkala dan pendampingan langsung. Koko menjelaskan bahwa pihaknya ingin pembinaan ini benar-benar terukur dan bukan sekadar rutinitas latihan biasa. Melalui persiapan jangka panjang ini,
KONI Kota Kediri optimis dapat menjaga tren peningkatan prestasi dan memperkuat perolehan medali pada Porprov Jatim X 2027 mendatang. “Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa Kota Kediri tidak hanya mengandalkan momentum, tetapi membangun prestasi melalui sistem pembinaan yang berkelanjutan dan profesional,” ungkap Koko.
Optimisme ini didasari oleh catatan gemilang pada Porprov Jatim IX 2025 di Malang Raya, di mana Kota Kediri berhasil meraih 175 medali yang terdiri dari 69 emas, 53 perak, dan 53 perunggu. Capaian tersebut menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan perolehan pada Porprov Jatim VIII 2023 yang saat itu mengumpulkan 149 medali dengan rincian 56 emas, 37 perak, dan 56 perunggu. ( wa/ar)












