Cakrawala DaerahCakrawala JatimHeadline

Gubernur Khofifah Integrasikan Pasar Murah Ramadhan dengan Pemberdayaan UMKM Lokal

×

Gubernur Khofifah Integrasikan Pasar Murah Ramadhan dengan Pemberdayaan UMKM Lokal

Sebarkan artikel ini
Gubernur Khofifah Integrasikan Pasar Murah
Gubernur Khofifah Integrasikan Pasar Murah

Cakrawalanews.co ‘Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa pelaksanaan pasar murah selama bulan Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah kini diintegrasikan dengan dukungan penuh terhadap produk UMKM lokal. Dalam keterangan tertulis yang diterima di Banyuwangi pada hari Minggu, Khofifah menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk sinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. “Seperti yang digelar di Banyuwangi Sabtu (28/2) kemarin, dengan intervensi ini diharapkan menjadi konvergensi antara stabilisasi harga, penguatan ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi lokal selama Ramadhan,” ujar beliau.

​Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri secara konsisten menggelar pasar murah secara bergantian di seluruh kabupaten dan kota di wilayah Jatim. Langkah ini merupakan strategi utama untuk menstabilkan harga sekaligus mengendalikan inflasi pada momentum krusial seperti Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Menurut Khofifah, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pengendali inflasi, tetapi juga untuk memastikan bahwa kebutuhan logistik dasar setiap rumah tangga tetap dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

​Terkait teknis pelaksanaan, lokasi pasar murah di Banyuwangi sengaja ditempatkan di kawasan permukiman warga dan dijauhkan dari pasar tradisional. Hal ini dilakukan agar keberadaan pasar murah tidak mengganggu aktivitas perdagangan rutin para pedagang pasar. Khofifah menegaskan bahwa pihaknya tidak menginginkan adanya gesekan, karena pasar murah ini bukan merupakan kompetitor bagi pedagang tradisional. “Lokasi pasar murah lebih dekat dengan komunitas permukiman masyarakat supaya keterjangkauannya lebih maksimal,” kata Khofifah menambahkan.

​Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa momentum Ramadhan hingga mendekati Idul Fitri selalu identik dengan peningkatan kebutuhan logistik rumah tangga. Oleh karena itu, intervensi pemerintah melalui pasar murah menjadi krusial. Khofifah menyampaikan, “Apalagi pada bulan Ramadhan mendekati Idul Fitri seperti sekarang, kebutuhan di masing-masing keluarga punya kecenderungan meningkat, maka kami berharap pasar murah ini bisa mendekatkan penjangkauan harga untuk memenuhi kebutuhan logistik rumah tangga.”

​Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas bahan pokok dijual dengan harga yang signifikan di bawah harga pasar. Beras premium dipasarkan seharga Rp14.000 per kilogram, sementara beras medium dan beras SPHP dijual seharga Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 untuk kemasan 5 kilogram. Penurunan harga yang cukup mencolok juga terlihat pada daging ayam yang dijual seharga Rp30.000 per kilogram dari harga pasar Rp42.000, serta telur ayam yang dibanderol Rp22.000 per kilogram dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp30.000. Komoditas lain seperti gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta aneka bumbu dapur seperti bawang dan cabai yang dijual dengan harga yang sangat kompetitif. ( wa/at,)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *