Sejak 2010, Pemprov Jatim melakukan berbagai upaya untuk memberdayakan ekonomi perempuan, diantaranya peningkatan dan perluasan jaringan usaha, dan akses permodalan (kredit usaha) bagi perempuan melalui pengembangan Koperasi Wanita, dan pengembangan usaha ekonomi produktif melalui berbagai pelatihan keterampilan, dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha ekonomi perempuan.
Kemudian di tahun 2014, Pakde Karwo meluncurkan program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jallin Matra), dengan kegiatan unggulan Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK). Sasarannya yakni 152.343 kepala rumah tangga perempuan. Dengan rincian, usia produktif (15-65 tahun sebanyak 129.904 rumah tangga), anggota rumah tangga (ART) lebih dari 1 orang sebanyak 126.293 rumah tangga, dan KRTP per desa minimal 20 rumah tangga.
Di sektor perkoperasian, pemprov juga berupaya meningkatkan kualitas SDM pengelola koperasi melalui pelatihan untuk mendukung pengembangan koperasi, termasuk Kopwan dan Koppontren. Kemudian penguatan ekonomi perempuan melalui pemberdayaan Kopwan berbasis fungsional, tujuanya untuk meningkatkan aktivitas perempuan dalam usaha ekonomi dengan target 1500 kopwan setiap tahun, serta pemberdayaan ekonomi mikro lainnya (Koppontren, Kopkar dan LMDH) dengan target 500 setiap tahun.
Tak hanya itu, Pemprov juga terus berinovasi untuk memberdayakan dan melindungi kaum perempuan, diantaranya pemberian penghargaan bagi perusahaan pembina tenaga kerja wanita terbaik, diklat kewirausahaan bagi Anggota Koperasi, tersedianya Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi, tersedianya Loket Pembayaran Pajak Khusus bagi Lansia, Ibu Hamil, dan Difabel di Kantor Samsat, pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi Oleh Kader, kerja sama Dinkesprov dengan TP PKK,serta program KELUARGA BINA SETARA, Pengembangan Model anggota keluarga saling menghormati di dalam keluarga maupun diluar lingkungan keluarga.












