-
Sup ikan atau pindang sebagai sumber protein ringan saat sahur
-
Pepes ikan atau ikan bakar untuk menu utama berbuka
-
Olahan seperti bakso ikan, nugget ikan, atau dimsum berbahan lele dan nila
-
Abon ikan sebagai lauk praktis dan tahan lama
Menurut DKPP, variasi olahan tersebut membantu mengatasi kendala umum, seperti duri yang membuat sebagian anak kurang menyukai ikan.
Pemkot memastikan ketersediaan ikan di pasar tradisional dan sentra perikanan Surabaya dalam kondisi stabil selama Ramadan. Ikan air tawar seperti lele, nila, mujair, dan gurami disebut relatif terjangkau dan mudah ditemukan.
“Ikan yang dikonsumsi tidak harus mahal. Banyak pilihan ikan air tawar dengan kandungan gizi yang baik dan harga yang ramah bagi keluarga,” jelas Antiek.
Produk olahan beku seperti pepes ikan siap masak dan aneka menu praktis juga semakin mudah dijumpai, sehingga memudahkan keluarga yang memiliki keterbatasan waktu.
Ajakan tersebut merupakan bagian dari kampanye Gerakan Gemar Makan Ikan yang terus digencarkan Pemkot Surabaya, selaras dengan program Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Edukasi dilakukan melalui pelatihan pengolahan ikan, kolaborasi dengan PKK, serta lomba kreasi menu berbasis ikan yang menyasar ibu dan anak. Upaya ini juga dikaitkan dengan peningkatan kualitas gizi keluarga, khususnya bagi anak usia tumbuh kembang.
Pemkot Surabaya sebelumnya mencatat capaian konsumsi ikan per kapita yang tinggi pada 2024. Pemerintah daerah berharap tren tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan selama Ramadan 2026.
“Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga kesempatan membangun kebiasaan makan yang lebih sehat. Konsumsi ikan yang rutin dapat membantu menjaga kesehatan keluarga,” pungkasnya.












