Menurut Yona, LPMK bukan sekadar organisasi sosial biasa. Lembaga ini memiliki posisi strategis sebagai penghubung aspirasi warga dengan pemerintah. Karena itu, setiap pengurus wajib menjaga integritas dan tidak membawa nama lembaga untuk kepentingan yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif.
“Kami tidak ingin lembaga kemasyarakatan tercoreng oleh tindakan yang tidak pantas. Evaluasi penting agar ke depan LPMK benar-benar bekerja untuk kepentingan warga,” tegas politisi Gerindra tersebut.
Ia juga mengingatkan seluruh LPMK di Surabaya agar tidak memanfaatkan momentum apa pun untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
“Saya mengimbau seluruh LPMK se-Surabaya agar menjaga etika, menjaga kepercayaan masyarakat, dan tidak melakukan praktik-praktik yang bisa merusak citra lembaga,” katanya.












