“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang kami menyampaikan terima kasih atas peran aktif Baznas yang terus menghadirkan program nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati yang akrab disapa Bunda Indah tersebut. Ia menegaskan bahwa pemberian santunan ini merupakan bukti nyata bahwa pengelolaan zakat mampu memperkuat kepedulian serta solidaritas sosial, terutama di bulan Ramadhan yang menjadi momentum penting untuk menumbuhkan empati dan memperkuat nilai kebersamaan.
Lebih lanjut, Bunda Indah menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya sekadar materi, melainkan juga bentuk dukungan moral bagi anak-anak penerima manfaat.
“Melalui santunan itu, kami ingin menghadirkan rasa peduli, kasih sayang, dan harapan agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berakhlak baik, dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” tuturnya. Ia menilai bahwa optimalisasi pengelolaan zakat secara profesional sangat krusial mengingat potensi zakat di Lumajang yang besar agar manfaatnya bisa lebih luas dan tepat sasaran.
Guna mendukung keberlanjutan program kesejahteraan ini, Bunda Indah mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, hingga masyarakat umum untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas sebagai lembaga resmi yang transparan. “Dana yang dihimpun akan disalurkan kepada delapan golongan penerima sesuai ketentuan. Dengan pengelolaan yang baik, zakat dapat menjadi instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Kegiatan ini pun menjadi ruang penguatan nilai kemanusiaan dan gotong royong, yang menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur fisik. Sinergi berbagai pihak dalam membantu kelompok rentan di bulan suci ini diharapkan dapat membawa keberkahan, memperkuat ukhuwah, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan Kabupaten Lumajang yang lebih sejahtera, inklusif, dan berkeadilan.( wa/at)



