Cakrawalanews.co-Sinergi Gula Nasional Manajemen Kerja Sama Operasional (SGN MKSO) Tebu Kebun Dhoho di Kediri, Jawa Timur, secara intensif tengah mempersiapkan lahan tanam tebu guna mendukung pencapaian target swasembada gula nasional. General Manager PT SGN MKSO Kebun Dhoho, Juniyanto, menjelaskan dalam keterangannya pada Rabu, 25 Februari 2026 bahwa pihaknya melakukan pengecekan lahan hampir setiap hari untuk memastikan program tanaman berjalan dengan optimal. “Hampir setiap hari kami cek lahan untuk memastikan program tanaman kami berjalan dengan baik,” kata Juniyanto.
Saat ini, MKSO Kebun Dhoho mengelola total hamparan tebu seluas 5.805,59 hektare yang terbagi dalam dua wilayah operasional utama. Rayon Dhoho I mencakup area seluas 2.055 hektare di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, sementara Rayon Dhoho II seluas 1.295,5 hektare tersebar di wilayah Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Blitar. Juniyanto menegaskan bahwa seluruh program tanaman di lingkungan tersebut sejauh ini terlaksana sesuai rencana. “Alhamdulillah sejauh ini program berjalan dengan baik,” ujar dia.
Meskipun menunjukkan tren positif, Juniyanto mengakui adanya tantangan besar pada musim 2026, terutama terkait anomali cuaca yang tidak menentu. Ia berharap kondisi alam tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas, sehingga hasil pada musim giling mendatang tetap berkualitas tinggi. Sebagai gambaran, pada musim tanam 2024-2025, Kebun Dhoho berhasil memproduksi tebu hingga 311.151 ton dan menghasilkan 26.591 ton gula dari luas areal giling 3.357 hektare. Untuk musim giling 2026, pihaknya tetap optimis meski belum merinci data target secara spesifik.
Perusahaan terus berupaya memberikan dukungan bagi petani tebu di wilayah Jawa Timur agar hasil panen meningkat. Juniyanto pun mengharapkan dukungan dari berbagai pihak agar target produksi tahun ini bisa tercapai demi kepentingan nasional. “Kami mohon doa restu kepada seluruh masyarakat semoga hasil tanaman MKSO Kebun Dhoho tahun ini memuaskan dan ikut menyukseskan program pemerintah pusat swasembada gula nasional,” katanya.
Upaya di tingkat daerah ini sejalan dengan target Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang membidik produksi gula nasional mencapai 3 juta ton pada tahun 2026. Target ini merupakan lonjakan dari produksi tahun 2025 yang sebesar 2,68 juta ton guna menekan angka impor dan memperkuat kemandirian pangan. Untuk mencapai angka tersebut, pemerintah menargetkan perluasan serta optimalisasi lahan tebu hingga 100 ribu hektare secara nasional. “Pemerintah menargetkan perluasan dan optimalisasi lahan tebu hingga 100 ribu hektare secara nasional, dengan sekitar 70 ribu hektare atau 70 persen berada di Jawa Timur,” ujar Menteri Amran menjelaskan strategi penguatan produksi tersebut.( aN/ar)



