Cakrawalanews.co- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung, Jawa Timur, mencatatkan tren kenaikan angka kecelakaan lalu lintas pada awal tahun 2026 yang didominasi oleh faktor kelalaian pengemudi atau human error.
Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Taufik Nabil mengungkapkan bahwa sepanjang periode awal tahun ini telah terjadi 37 kasus kecelakaan yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan 72 lainnya luka ringan. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dibandingkan periode yang sama tahun 2025, terjadi kenaikan sekitar 15 persen atau lima kasus. Tahun lalu tercatat 31 kejadian dengan satu korban jiwa dan 59 luka ringan,” kata Taufik pada Sabtu lalu.
Merespons kondisi tersebut, pihak kepolisian kini melakukan pemetaan ulang terhadap titik rawan kecelakaan atau black spot. Berdasarkan data terbaru, lokasi kerawanan yang sebelumnya berada di Kecamatan Ngantru kini telah bergeser ke Kecamatan Ngunut karena dinilai memiliki volume kendaraan dan frekuensi kejadian yang lebih tinggi.
“Lokasi rawan sebelumnya di Ngantru, namun saat ini kami pindahkan ke Ngunut karena tingkat potensi kecelakaannya lebih tinggi,” ujarnya menjelaskan perubahan fokus pengawasan tersebut.
Taufik menambahkan bahwa mayoritas insiden dipicu oleh kurangnya konsentrasi pengendara, pelanggaran aturan, serta pengabaian penggunaan perlengkapan keselamatan. Mengingat adanya potensi lonjakan arus kendaraan menjelang Ramadhan dan kunjungan ke kawasan wisata pantai selatan, Satlantas Polres Tulungagung meminta masyarakat untuk lebih waspada.
Ia menekankan pentingnya kedisiplinan di jalan raya demi menekan angka fatalitas. “Selalu patuhi aturan lalu lintas, gunakan kelengkapan berkendara, dan utamakan keselamatan,” tutup Taufik.( wa/at)












