Cakrawala PolitikHeadline

Kawal Pemilu, PDIP Surabaya Kukuhkan Tentara Partai

×

Kawal Pemilu, PDIP Surabaya Kukuhkan Tentara Partai

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

“Tapi saksi yang jelas hari H pencoblosan harus paham betul siapa yang jadi pendukung, siapa yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap. Ini penting karena lawan berpotensi melakukan kecurangan secara sistematis. Pemilu ajang perang, jangan sampai dicurangi. Antisipasi model kecurangan seperti apapun,” pesan WS, sapaan Whisnu.

Pemilu tahun 2019, menurut Whisnu, akan lebih rumit karena ada lima surat suara yang diterima pemilih. Surat suara untuk pemilihan anggota legislatif kota/kabupaten, provinsi, DPR RI, DPD RI dan presiden. Waktu penghitungan surat suara yang diperlukan lebih lama. Tiap kotak suara bisa memakan waktu tiga jam.

“Tunjukan PDI Perjuangan Surabaya barometer nasional,” pesan Whisnu lagi.

Sementara itu, Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Sukadar, menambahkan,saksi merupakan tentara partai yang akan ditugaskan di masing-masing wilayah. “TOT ini dalam rangka menciptakan tentara partai di tingkat TPS, PPS dan PPK. Dalam hal ini untuk mengawal proses pemilu,” kata Sukadar.

Tentara partai tersebut bersifat Ad Hoc, tetap atau permanen. “Dipersiapkan mengawal pilgub Jatim untuk kemenangan pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, pemilu 2019, mengawal upaya
menjadikan Joko Widodo sebagai presiden untuk periode kedua. Dan akan mengawal Pak Whisnu (Whisnu Sakti Buana) sebagai wali kota Surabaya,” pungkas Sukadar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *