Menurut Arbayanto, hingga kini peta kandidat masih cair. Belum munculnya figur resmi dari Golkar membuat nama Emil tetap berada dalam radar kuat bursa calon gubernur maupun calon wakil gubernur. Popularitas Emil di tingkat daerah dinilai menjadi alasan banyak partai menjalin komunikasi politik lebih awal.
“Fenomena ini menunjukkan Mas Emil adalah figur strategis. Bukan hanya Golkar, tetapi banyak partai tentu membangun komunikasi karena melihat peluang kepemimpinan ke depan di Jawa Timur,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri rapat Paripurna DPRD Jatim, Kamis (18/2/2026).
Meski demikian, Arbayanto menegaskan tidak ada tanda-tanda Emil akan meninggalkan Demokrat. Ia mengingatkan bahwa Emil pernah menyebut Demokrat sebagai partai pertama dalam perjalanan politiknya, bahkan berpotensi menjadi yang terakhir. Karena itu, wacana perpindahan dinilai belum relevan dalam konteks Pilgub.












