Cakrawala PasarCakrawala SurabayaPeristiwa

Jamin Stok Aman Jelang Ramadan, Pemkot Surabaya Intensifkan Pengawasan Harga di Pasar

×

Jamin Stok Aman Jelang Ramadan, Pemkot Surabaya Intensifkan Pengawasan Harga di Pasar

Sebarkan artikel ini
Sidak Pasar Menjelang Ramadhan (19)
Sidak Pasar Menjelang Ramadhan (19)

Cakrawalanews.co- Menjelang masuknya bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Surabaya mulai bergerak cepat memantau stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok di berbagai titik strategis. Pemantauan yang dilakukan pada Rabu (11/2/2026) ini menyasar pasar tradisional seperti Pasar Wonokromo dan Pasar Pucang, hingga distributor beras, pangkalan LPG, dan toko modern di seluruh penjuru kota. Langkah antisipatif ini diambil guna menekan laju kenaikan harga sekaligus memastikan pasokan pangan tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi BPSDA Kota Surabaya, Agung Supriyo Wibowo, menjelaskan bahwa fokus utama pengawasan adalah menjaga kelancaran distribusi dan keamanan pangan. Berdasarkan pantauan lapangan, harga mayoritas komoditas masih relatif stabil meski terdapat kenaikan pada beberapa item seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam. Kenaikan paling signifikan terlihat pada cabai yang kini menyentuh harga Rp80.000 hingga Rp85.000 per kilogram akibat faktor cuaca buruk di daerah penghasil yang memicu kerusakan tanaman. Namun, kondisi ini diprediksi segera membaik seiring adanya panen raya nasional pada bulan Maret mendatang.

Selain komoditas dapur, Pemkot Surabaya juga menaruh perhatian pada distribusi LPG 3 kilogram yang sempat mengalami sedikit keterlambatan pasokan. Meskipun ritme pengiriman melambat menjadi dua hingga tiga hari sekali, pemerintah menjamin harga di tingkat konsumen tetap sesuai ketentuan. Untuk mengimbangi fluktuasi harga beras premium yang naik tipis sekitar Rp1.000 per kilogram, Pemkot Surabaya telah menyiapkan skema intervensi melalui pasar murah di tingkat kelurahan dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang frekuensinya akan ditingkatkan hingga tiga kali dalam sebulan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong atau penimbunan, karena indeks ketersediaan pangan Surabaya saat ini berada pada angka 6,8 yang dikategorikan aman. Berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polrestabes Surabaya, pemerintah memastikan hingga saat ini tidak ditemukan praktik penimbunan yang merugikan. Pemkot Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal ketersediaan stok pangan dan memberikan teguran keras bagi pelaku usaha yang kedapatan mendistribusikan barang tidak layak jual demi kenyamanan warga selama menjalankan ibadah di bulan Ramadan.( wa/had)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *