Menurut dia, kewaspadaan harus terus ditingkatkan agar tidak terjadi penanganan yang terlambat seperti saat awal pandemi COVID-19. Anggota DPRD dari daerah pemilihan Malang Raya tersebut menyatakan, Jawa Timur sebagai provinsi agraris memiliki tingkat kerentanan yang perlu mendapat perhatian serius.
Interaksi yang erat antara manusia, ternak dan satwa liar seperti kelelawar buah, dinilai menempatkan wilayah tersebut pada posisi yang membutuhkan langkah antisipatif secara komprehensif. “Kita tidak boleh menunggu sampai ada kasus baru bertindak. Prinsip kehati-hatian wajib diterapkan sejak dini,” katanya.
Sri Untari menjelaskan mitigasi berbasis data ilmiah harus menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pemerintah daerah. Perlunya penguatan surveilans zoonosis, pemantauan hewan reservoir, serta peningkatan kesiapan fasilitas laboratorium kesehatan di daerah.












