
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Kristian, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan langkah konkret Wali Kota Eri Cahyadi untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut.
Kawasan ini nantinya mengusung konsep Science, Creative, and Technology Hub yang memadukan teknologi informasi, riset, dan industri kreatif dalam satu atap. Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Pemkot Surabaya menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi seperti Universitas Ciputra melalui Apple University, ITS dengan dukungan Microsoft, hingga melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Transformasi ini juga mencakup relokasi pusat kreativitas yang sudah ada, di mana KORIDOR Coworking & Creative Space dari Gedung Siola serta Rumah Bahasa dari Balai Pemuda direncanakan pindah ke lokasi ini.
Gedung tersebut juga akan menjadi markas bagi berbagai organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna, Cak & Ning, KONI, hingga KORMI, dengan visi besar menjadikannya sebagai self-improvement center bagi warga Surabaya.
Secara teknis, gedung berlantai lima ini akan memiliki fungsi yang beragam di setiap tingkatnya. Area basement akan diisi oleh toko modern, food court, dan aula serbaguna, sementara lantai dasar tetap mempertahankan identitasnya sebagai pusat perdagangan perangkat IT yang dilengkapi kafe.
Lantai satu dan dua akan difungsikan untuk studio musik dan ruang organisasi, sedangkan lantai tiga akan menghadirkan immersive space berupa ruang audio visual interaktif untuk pameran seni.
Selain fasilitas kreatif, Pemkot Surabaya juga menyediakan area olahraga seperti lapangan paddle, biliar, hingga lapangan mini soccer yang memanfaatkan bekas area kolam renang. Fasilitas hiburan lainnya termasuk teater film untuk karya sineas lokal yang menempati bekas ruang bioskop.
Dengan target operasional tahap awal pada Mei 2026, kawasan ini diharapkan menjadi destinasi publik modern yang mengintegrasikan edukasi, hobi, dan ekonomi kreatif di jantung kota.( had/qa)



