
Langkah strategis ini merupakan upaya konkret Wali Kota Eri Cahyadi untuk memastikan tidak ada lagi mahasiswa ber-KTP Surabaya yang terpaksa putus kuliah atau drop out akibat kendala finansial. Kebijakan yang tertuang dalam Perwali Nomor 4 Tahun 2026 mengenai beasiswa Pemuda Tangguh ini diapresiasi oleh berbagai pimpinan universitas karena dinilai sebagai langkah revolusioner dalam mencetak Generasi Emas 2045.
Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Harjo Seputro, menyatakan dukungannya terhadap program “Satu KK Satu Sarjana” yang menyasar masyarakat kurang mampu. Sebanyak 543 mahasiswa Untag menjadi penerima manfaat dalam program ini.
Untuk memaksimalkan bantuan tersebut, Untag telah menyiapkan program pendampingan khusus berupa pelatihan keterampilan selama tiga hingga enam bulan sesuai bidang keahlian masing-masing. Harjo menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dan pengabdian masyarakat bertujuan agar kompetensi mereka meningkat secara signifikan sehingga mereka tidak hanya sekadar lulus, tetapi siap bersaing di dunia kerja.
Apresiasi serupa datang dari Rektor Universitas Wijaya Putra (UWP), Budi Endarto, yang menilai kebijakan ini sangat fundamental karena menghapus dikotomi antara PTN dan PTS. Dengan fokus bantuan pada warga Kota Surabaya tanpa memandang status lembaga pendidikannya, kebijakan ini dianggap sebagai bentuk keadilan distribusi pendidikan yang menyeluruh.
UWP sendiri telah mengusulkan 512 mahasiswa untuk mendapatkan bantuan ini, di mana pihak universitas berkomitmen mengawal proses akademik mereka hingga lulus dan mendapatkan kesempatan magang maupun kerja sebagai bentuk tanggung jawab atas investasi sosial yang diberikan pemerintah.
Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Ciputra (UC), Trianggoro Wiradinata, memandang bantuan ini sebagai jaring pengaman yang krusial bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi mendadak atau musibah.
Melalui verifikasi ketat terhadap 63 mahasiswa yang diajukan, pihak UC berharap bantuan ini menjadi pemacu semangat bagi para penerima untuk terus berprestasi.
Sinergi antara Pemkot Surabaya dan perguruan tinggi ini diharapkan menjadi jaminan masa depan bagi anak muda Surabaya untuk memperoleh pendidikan yang layak dan tuntas demi kesejahteraan jangka panjang. ( wa/ar)












